System Restore dan Manfaatnya

Berbeda dengan back up system restore hanya mempengaruhi sistem komputer anda saja, selebihnya tidak. System restore sangat dapat menjadi jalan alternatif ketika sistem pada komputer Anda bermasalah.

System Restore bukan fitur baru dalam Windows XP. Bukan juga fitur yang sangat lama. System Restore sudah mulai diperkenalkan sejak Windows Me diluncurkan. System Restore memungkinkan seorang administrator untuk mengmbalikan system pad kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang di berikan/terjadi pada sistem Anda membuat sistem menjadi tidak stabil atau tidak sebagaimana mestinya.

System Restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi sistem. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Selain mencatat perubahan sistem, System Restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan Restore Checkpoint.

Restore Checkpoint adalah titik diman pemeriksaan dilakukan oleh komputer Anda, atau juga dapat dikatakan titik waktu dimana komputer melakukan Capture terhadap system.

Anda juga dapat mengembalikan kondisi system pada kondisi-kondisi sebelumnya dimana komputer memiliki catatannya. Catatan dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore Checkpoint juga dapat Anda lakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri.

System Restore tidak hanya melakukan restorasi harddisk yang digunakan untuk operating sistem dja, melainkan semua partisi harddisk. Sebab biasa nya Anda menginstal sebuah program pada partisi yang berbeda dengan letak oprating sistem Anda.

Pembahasan selanjutnya mengenai System Restore hanya akan terbatas pada Windows XP saja.



Aktivasi System Restore

Bagaimana mengaktifkan system restore?

Sebenarnya secara standar, sytem restore akan aktif dengan otomatis, segera setelahWindowa berhasil diinstal. Aktifnya system restore membutuhkan minimal 200 MB pad setiap partisi. Jika ruang yang ada minimal ada tidak mencukupi maka secara otomatis *** system restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi.

Bagaimana bila ingin mengkontrol (mengaktifkan atau mematikan) System Restore?

Proses kontrol ini dapat dilakukan secara manual, bila Anda inginkan. Caranya ikuti langkah berikut :

1) Klik kanan pada My Computer, lalu pilih Propertis

2) Pada jendela Propertis, pilih halaman System Restore

3) Pada halaman ini, Anda dapat mematikan semua Sytem Restore pada partisi dengan memberikan tanda centrang pad opsi Turn off system restore on all drives(dibagian paling atas). Atau secara manual mematikan System restore satu persatu pad masing masing partisi. Caranya :

a) Pilih partisi yang ada di kolom Available drives. Lalu tekan tombol setting di sebelah kanan

b) Kemudian berikan tanda centrang pad opsi turn off System restore on this drive

c) Sebagai catatan : pada partisi dimana Windows di instal hal ini dapat dilakukan. Satu-satunya cara mematikan partisi ini adalah dengan mengikut langkah ketiga dimana system restore pada semua partisi ikut dimatikan.

Dapatkah kapasitas system restore di kecilkan?

Dikecilkan tidak mungkin. Namun bisa diperbesar tergantung pada besar harddisk yang digunakan. Maksimal sampai 12% kapasitas harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restorre terus bertambah maka secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk.

Bila ingin mengatur ruang untuk system restore Anda dapat melakukannya pada System Restore Setting yang ada pada propertis My Computer (perhatikan pertanyaan kedua). Berikut langkah detailnya
1) Pilih partisi (dalam kolom Available drives) yang akan Anda tentukan kapasitas system restore-nya
2) kemudian tekan tombol setting. Setelah itu tentukn persentase kapasitas yang diinginkan.


Apakah kerja system restore dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri?

Tidak. System restore tidak bekerja non-stop secara terus menerus ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk dapat melakukan pencatatan (system snapshot). Dan pencatatan ini juga dilakukan hanya pada saat komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan.



Siapa saja yang dapat menggunakan system restore ?

Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan sistem restore(pertanyaan kedua dan ketiga).

Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login siapa saja.



Hanya sistem saja

apa saja yang direstorasi oleh system restore?
Yang di restorasi oleh system restore hanya file yang ada pad sistem saja. Selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan data personal.

Meskipun demikian, bukan berati sistem anda kembali menjadi nol atau ter-reset. Misalnya saja password pada Windows yang tidak akan ikut terrestorasi. Begitu *** password yang ada pada cache memory internet explorer anda.

Namun, lain halnya dengan password yang ada pada program-program. Misalnya password untuk login ke Yahoo!. Umumnya Anda yang mengaktifkan fitur remember user name and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password Anda masih tertulis disana, kolom password ini kosong.

Jangan panik. Karena password pada aplikasi semacam ini umumnya disimpan pada server luar komputer Anda, sehingga Anda tidak perlu khawatir. Cukup masukan login dan password yang sama, Anda pun dapat mengakses kembali ke Yahoo! Messenger Anda.

Apalagi yang direstorasi dan yang tidak direstorasi oleh sytem restore?

Berikut adalah data lain yang direstorasi oleh sytem restore :

1) Perubahan yang ada dalam registry

2) Profil local

3) COM + DB

4) WFP.dll cache

5) WMI DB

6) IIS Metabase



Dan berikut dalah data lain yang tidak direstorasi dengan system restore :

1) Setting pada DRM
2) Setting pada WPA
3) Data pada folder redirect program.



Bagaimana dengan aplikasi?apakah system restore akan melakukan uninstal pada aplikasi tersebut?

Aplikasi yang sudah diinstal tidak di-uninstal oleh system restore. Apalagi jika aplikasi tersebut memangtidak dimonitor oleh system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda meng-uninstall terlebih dahulu aplikasi yang akan dihilangkna, kemudian lakukan system restore.

Pada aplikasi, system restore hanya akan menghilangkan perubahan-perubahan baik yang terjadi pada sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut.



Ingat bahwa system restore berbeda dengan back up

Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My Document setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karena memang system restore tidak mengamati file-file seperti itu.(doc,JPEG, dan sebagainya)



Restore Point

Pada saat kapan saja restore point dilakukan?

Tidak ada waktu pasti kapan restore point dilakukan. Yang pasti pembuatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer hanya dilakukan bila komputer idle. Dan untuk proses ini komputer akan selalu stand by. Sehingga kapan saja(setiap hari sekalipun)komputer idle, system restore baru membuat restore point.



Bagaimana membuat restore point?
Cara membuat restore point secara manual adalah sebagai berikut:

1) Tekan menu start

2) Pilih All Program, Accecoris, System Tools, System Restore.

3) Setelah System restore Wizard terbuka berikan tanda pada create a restore point, dan tekan tombol next

4) berikan nama pada restore point yang Anda buat, tekan Next

5) kemudian tekan tombol create. Restore point yang Anda buat akan dicatat sebagai restore point pada jam dan waktu pembuatan dilakukan.


Bagaimana menghapus restore point?

Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali Anda menonaktifkan system restore – penonaktifan akan membuat restore point hilang semua. Klik kanan partisi dimana restore point ingin dihapus, lalu pilih propertis. Kemuadian tekan tombol Disk Clean Up dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian System Restore tekan tombol Clean Up.

Bagaimana menjalankan system restore ?

System restore dapat digunakan baik dalam modul normal atau safe mode. Untuk mengakses system restore dari modul normal:

1) Pilih menu Start, All Program, accessories, System Tools, System Restore.

2) Setelah itu pada opsi dikanan atas pilih Restore My Computer to an earluer time. Tekan Next.

3) Tentukan waktu dimana system ingin dikembalikan.

4) Jika sudah yakin terus Next, sampai kemudian system restore akan berjalan.

5) Setelah selesai menjalankan restorasi akan muncul layar memberikan laporan.



Untuk menjalankan system restore pada halaman safe mode, Anda dapat langsung menekan opsi tersebut pada saat akan masuk dalam safe mode. System Restore dalam safe mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada membuat Anda tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal.

Bagaimana? Sekarang Anda sudah mengetahui apa manfaat System Restore. Tidak ada salahnya lagi menggunakan System Restore ini dari pada harus berkali-kali menggunakan opsi repair atau perbaikan yang ada pada Windows. Proses System Restore hanya memakan waktu sebentar. Setelah System Restore dijalankan, komputer akan me-restart dan login dalm modul biasa. Bila sudah seperti ini, maka komputer sudah dapat digunakan kembali.



Catatan :

Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya Anda mereset System Restore Anda. Agar pada saat System Restore dijalankan, virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara me-reset System Restore adalah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktifkannya kembali dengan segera.

Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, mereka akan kembali terestorasi begitu System Restore di jalankan. Oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan ketika Anda terfikir untuk menjalankan System Restore.

~ Jumat, 12 Juni 2009 0 komentar

Instalasi Linux vs Instalasi Windows: Mana yang Lebih Sulit ?


Lagi-lagi soal instalasi Linux, yang tiada habis perdebatan soal mudah-tidaknya dibandingkan Windows. Sejauh pengamatan penulis, instalasi Linux makin lama makin mudah, sedangkan instalasi Windows makin lama makin sulit :). Jangan protes dulu, ini berlaku bagi mereka yang selama ini terbiasa menginstalasi Windows 9x/Me dan akan bermigrasi menggunakan Windows XP. Kalau yang dulu pernah merasakan instalasi Windows NT dan 2000 pasti tidak mengalami banyak perbedaan saat menginstal Windows XP, wong pada hakikatnya sama, cuma beda tampilan. Sedangkan mereka yang pernah merasakan instalasi Linux sebelum era CD booting pun akan manggut-manggut kalau dikonfirmasi soal instalasi Linux yang makin gampang saja. Berhubung penulis belum pernah menginstal Windows XP, maka perbandingan di bawah ini berlaku untuk Windows 9x/Me/2000 (dan diasumsikan XP).

Bagi yang terbiasa menginstal Windows 9x/Me, pengalaman menginstal Windows NT/2000/XP mungkin agak menakutkan, ini berkaitan dengan masalah filesystem yang berganti dari FAT16/32 ke NTFS4/5. Bagi yang pernah menginstal Windows 9x/Me campur NT/2000 pasti tahu bahwa menentukan partisi mana yang harus dijadikan FAT/NTFS tak kalah pusing dengan mengeset partisi di Linux. Dan akhirnya para pemakai Windows pun tidak bisa mengelakkan penggunaan filesystem NTFS5 yang konon lebih secure dan reliable (dibanding FAT tentunya). Yang harus diingat bahwa filesystem NTFS5 ini saking securenya sampai tidak terbaca dari sistem operasi lain, bahkan Windows 9x/Me/NT sekalipun!. Di Linux, jangan tambah pusing kalau filesystem di Linux mulai kernel 2.4.x ada 4, yaitu: ext2, ext3, ReiserFS, dan JFS.

Di bawah ini ada perbandingan antara prosedur generik instalasi Linux dan Windows :


Linux

Windows

Pemilihan keyboard dan mouse Diasumsikan generik, bisa diubah sendiri pada hardware configuration
Pemilihan daerah waktu Setelah reboot
Pemilihan bahasa Pada regional setting dan hardware configuration, bisa diubah
Tipe instalasi (workstation, server, laptop, custom) Tipe instalasi (typical, portable, minimum, custom)
Partisi dan format harddisk Partisi dan format harddisk (NT/2000/XP)
Pemilihan paket software Customizing Windows component
Set password root dan user Administrator password (NT/2000/XP)
Konfigurasi network dan firewall Konfigurasi network (local)
Konfigurasi printer (Mandrake 7.x) Konfigurasi printer
Konfigurasi X (monitor dan display adapter) Diasumsikan generik, instalasi driver terpisah
Instalasi bootloader Instalasi boot manager (NT/2000/XP)
Pembuatan bootdisk Pembuatan startup disk
Pemilihan source instalasi Pemilihan target instalasi
Pemilihan module dan startup service (tidak ada)
Reboot (sekali) Reboot (minimal dua kali)




~ 0 komentar

Langkah-langkah Menghilangkan Virus Komputer


Beberapa tahun belakangan banyak bermunculan virus-virus yang mulai merepotkan masyarakat pengguna komputer. Kalau dahulu pengguna internet saja yang dipusingkan oleh virus karena penyebarannya yang masih terbatas melalui email dan jaringan. Seiring perkembangan teknologi maka perangkat mobile teknologi informasi juga berkembang. Saat ini hampir tiap pengguna komputer pasti memiliki flash disk yang merupakan media penyimpanan data yang sangat portable dan mudah digunakan karena sifatnya seperti disket namun dengan kapasitas besar dan tidak mudah rusak. Namun kepopuleran flash disk di pengguna komputer memancing para pembuat virus untuk membuat virus yang menyebar melalui media penyimpanan ini. Hal ini membuat para pengguna yang kurang paham komputer terkadang tertipu karena menjalankan virus yang disangkanya adalah file lain seperti file dokumen Microsoft Word, Folder, atau bentuk file lainnya. Padahal yang sedang dibuka adalah program virus yang memiliki icon sama dengan file-file tersebut.

Tidak perlu membahas terlalu panjang sejarah kemunculan virus ini, namun buat pengguna yang sudah terkena virus maka sebenarnya langkah pembasmian virus-virus tersebut hampir sama. Biasanya masyarakat umum yang tidak memiliki akses internet di komputernya akan lebih mudah terkena virus karena antivirus yang tidak up to date sehingga antivirus miliknya tidak mengenali virus-virus baru. Ada beberapa cara menghilangkan virus dari komputer anda bila sudah terlanjur terinfeksi virus ini. Teknik-teknik berikut dibahas pada sistem operasi Windows XP karena OS inilah yang paling umum terinfeksi dan paling banyak digunakan. Berikut adalah teknik teknik tersebut:

Menghapus dengan antivirus di komputer lain

Dengan melepaskan hardisk komputer yang telah terinfeksi virus kemudian dipasangkan ke komputer lain yang memilki antivirus yang terbaru atau setidaknya mampu mengenali virus di sistem yang telah terinfeksi. Lakukan full scanning pada hardisk sistem yang terinfeksi dan hapus semua virus yang ditemukan. Setelah selesai hardisk tersebut sudah dapat dipasang kembali dikomputer dan jalankan sistem seperti biasa. Lakukan pemeriksaan kembali apakah komputer masih menunjukkan gejala yang sama saat terkena virus. Cara ini ampuh membersihkan virus sepanjang antivirus di komputer lain tersebut dapat mengenali dan menghapus virus di hardisk yang terinfeksi. Namun virus masih meninggalkan jejak berupa autorun atau startup yang tidak berfungsi. Jejak ini terkadang memunculkan pesan error yang tidak berbahaya namun mungkin sedikit mengganggu.

Menghapus dengan sistem operasi lain

Pada laptop atau komputer yang tidak dapat dilepas harddisknya maka cara lain adalah menjalankan sistem operasi lain yang tidak terinfeksi virus dan melakukan full scan terhadap seluruh harddisk. Biasanya ada beberpa pengguna yang menggunakan dual OS seperti Linux dan Windows atau Windows XP dan Windows Vista dsb. Selain itu bisa juga menggunakan LiveCD atau OS Portable seperti Knoopix dan Windows PE ( Windows yang telah diminimazed dan dapat dibooting dari media penyimpanan portable seperti flash disk atau CD.) lalu lakukan full scanning dengan antivirus terbaru. Efektifnya sama dengan menghapus virus dengan antivirus di komputer lain contoh diatas. Virus terkadang masih meninggalkan jejak tidak berbahaya.

Menghapus secara manual

Bila anda kesulitan melakukan hal diatas masih ada cara lain yaitu dengan cara manual. Langkah-langkah tersebut adalah:

  1. Matikan process yang dijalankan oleh virus. Virus yang aktif pasti memiliki process yang berjalan pada sistem. Process ini biasanya memantau aktifitas sistem dan melakukan aksinya bila ada kejadian tertentu yang dikenali virus tersebut. Contohnya pada saat kita memasang flash disk, process virus akan mengenali aksi tersebut dan menginfeksi flash disk dengan virus yang sama. Proses ini harusnya bisa dilihat dari task manager yang bisa diaktifkan dengan tombol Ctrl + Alt + Del namun terkadang virus akan memblokir aksi ini dengan melakukan log off, menutup window Task Manager, atau restart sistem. Cara lain adalah menggunakan tool lain untuk melihat dan mematikan proses virus. Saya biasa menggunakan Process Explorer dari http://www.sysinternals.com/ . Dengan tool ini anda bisa mematikan process yang dianggap virus. Pada saat mematikan proses milik virus perlu diperhatikan terkadang proses milik virus terdiri atas lebih dari 1 proses yang saling memantau. Bila 1 proses dimatikan maka proses tsb akan dihidupkan lagi dengan proses lainnya. Karena itu mematikan process virus harus dengan cepat sebelum proses yang dimatikan dihidupkan lagi oleh proses lainnya. Kenali terlebih dahulu proses yang dianggap virus lalu matikan semuanya dengan cepat. Biasanya virus menyamar menyerupai proses windows tapi tentu ada bedanya seperti IExplorer.exe yang meniru Explorer.exe. Berikut adalah proses windows yang bisa dijadikan referensi proses yang dikategorikan aman:
    C:\WINDOWS\system32\smss.exe
    C:\WINDOWS\system32\csrss.exe
    C:\WINDOWS\system32\winlogon.exe
    C:\WINDOWS\system32\services.exe
    C:\WINDOWS\system32\svchost.exe
    C:\WINDOWS\system32\lsass.exe
    C:\WINDOWS\Explorer.exe

    Selain process explorer anda bisa menggunakan tools lainnya yang mungkin lebih mudah dan bisa menghapus process sekaligus. Contoh lain adalah HijackFree. Anda bisa mencari di google tools sejenis.

  2. Setelah proses mematikan virus berhasil lakukan pengembalian nilai default parameter sistem yang digunakan virus untuk mengaktifkan dirinya dan memblokir usaha menghapus dirinya. Parameter tersebut berada pada registry windows yang bisa di reset dengan nilai defaultnya. Simpan file berikut dengan nama apa saja dengan extention file .reg. Kemudian eksekusi file tersebut dengan mengklik 2 kali. Bila ada konfirmasi anda bisa menjawab Yes/Ok. Berikut file registry tersebut:
    Windows Registry Editor Version 5.00
    [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced]
    "Hidden"=dword:00000000
    "SuperHidden"=dword:00000000
    "ShowSuperHidden"=dword:00000000

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot]
    "AlternateShell"="Cmd.exe"
    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot]
    "AlternateShell"="Cmd.exe"
    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot]
    "AlternateShell"="Cmd.exe"

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon]
    "Shell"="Explorer.exe"
    "Userinit"="C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,"

    [HKEY_CLASSES_ROOT\regfile\shell\open\command]
    @="regedit.exe \"%1\""

    [HKEY_CLASSES_ROOT\scrfile\shell\open\command]
    @="\"%1\" %*"

    [HKEY_CLASSES_ROOT\piffile\shell\open\command]
    @="\"%1\" %*"
    [HKEY_CLASSES_ROOT\comfile\shell\open\command]
    @="\"%1\" %*"
    [HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open\command]
    @="\"%1\" %*"

    File registry diatas akan membuka blokir regedit, mencegah virus mencangkokkan dirinya pada sistem, dan reset parameter lain untuk mencegah virus jalan lagi.

  3. Setelah proses virus dimatikan dan parameter sistem di reset. Cegah virus aktif kembali dengan menghapus entry virus pada autorun dan startup Windows. Bisa menggunakan tool bawaan windows MSConfig atau mengedit langsung pada registry dengan Regedit. Untuk lebih mudahnya gunakan tools pihak ketiga seperti autoruns dari http://www.sysinternals.com untuk menghapus entry autorun dan startup milik virus tsb. Jangan lupa periksa folder StartUp pada menu Start Menu -> Programs -> Startup dan pastikan tidak ada entry virus tsb.
  4. Download antivirus terbaru dan lakukan full scanning pada sistem agar antivirus memeriksa keseluruhan sistem dan menghapus semua virus yang ditemukan. Saya menyarankan avira yang bisa didownload dari http://www.free-av.com karena sifatnya free dan scanner virus yang sama tangguhnya dengan antivirus komersil seperti NOD32 atau Kaspersky.
  5. Sebelum restart pastikan anda tidak melewatkan virus baik dari proces atau autorun dan startup sistem. Karena bila tidak maka pada saat restart maka sistem akan kembali seperti pada saat terinfeksi virus dan sia-sia semua langkah yang anda lakukan sebelumnya.
  6. Setelah restart periksa kembali komputer anda dan perhatikan apakah gejala yang muncul pada saat komputer terinfeksi masih ada atau tidak. Bila ada maka anda terlewat beberpa autorun virus atau reset parameter sistem diatas tidak berhasil. Lakukan langkah diatas dan periksa lebih cermat tiap langkah anda sebelum melakukan restart sistem.

Itulah langkah-langkah penghapusan virus pada sistem Windows XP. Untuk mencegah virus datang kembali sebaiknya anda rajin update antivirus atau memasang aplikasi pencegah seperti WinPooch atau Comodo Firewall yang akan memperingatkan pengguna bila ada program lain yang akan memodifikasi sistem. Jadi walaupun virus tersebut tidak dikenali akan tetapi sebelum masuk maka pengguna akan diperingatkan oleh aplikasi pencegah. Bila anda mengenali program yang hendak mengakses sistem anda maka anda bisa mengijinkan akses tersebut namun bila tidak sebaiknya tolak dan blokir akses tersebut karena ada kemungkinan program tersebut adalah virus.

Berhati-hati pada saat membuka flash disk. Jangan membuka flash disk dengan klik 2 kali. Buka dengan klik kanan lalu pilih menu Open agar fitur autoplay pada flash disk tidak menjalankan virus secara ototmatis. Jangan lupa perhatikan file yang anda buka. Walaupun iconnya sama perhatikan bahwa file yang anda buka buka tipe application atau program. Pastikan file word adalah betul-betul word dan folder betul-betul folder bisa dengan melihat detail atau properties dari file tsb. Semoga artikel ini membantu dan mencegah anda terinfeksi virus komputer.



~ 0 komentar

Kloning Hardisk, Mempercepat install Windows di banyak Komputer

Mau install OS plus Aplikasi-nya di 10 atau lebih komputer dengan cepat. Gini nih caranya:
1. Install OS dan Aplikasi-aplikasi-nya dulu ke salah satu komputer.

2. Kemudian siapkan software Norton Ghost dan install ke komputer tadi.

3. Lakukan Kloning Harddisk (kloning harddisk berguna untuk menginstall harddisk yang belum terinstall windows sehingga menghemat waktu).

4. Terlebih dahulu pasang harddisk kedua sebagai slave atau pada secondary IDE. Kemudian nyalakan Komputer dan masuk ke Windows.

5. Pada Ghost Advanced windows, Klick Clone, kemudian Next>.

6. Harddisk akan terdeteksi, kemudian tentukan source dan detination disk. Klik Next>.


7. Lewati Advanced Setting Klik Next>.

8. Klik Run Now. Maka Windows akan restart dan melakukan proses kloning.

9. Lakukan juga pada harddisk lain yang akan dikloning

Jika anda membutuhkan software Norton Ghost silahkan download di sini. (Password: marog)

~ 0 komentar

Konversi FAT32 ke NTFS tanpa Bantuan Software


Iseng aja nih... sambil nunggu jam maen kelar...

Buat yang belum tau aja dan pengen tau cara mengconvert FAT32 ke NTFSMemang ada beberapa cara untuk mengubah sistem file FAT32 ke NTFS, diantaranya :

* Memformat ulang partisi hardisk, tapi resikonya semua file akan hilang kalo kita tidak punya backup-nya.

* Pake Program Software seperti Partition Magic, tapi katanya sih ngga ngejamin 100%.

Nah, ada cara yang simple dan praktis yang mungkin sering kita lupakan untuk meng-convert FAT32 ke NTFS. Kita bisa manfaatkan pake command prompt.

Langkah-langkah nya sebagai berikut:
1. Buka Command Prompt

2. Ketikkan parameter: convert [drive_letter] /fs:ntfs /v
Misalkan anda ingin mengkonversi drive C:, ketikkan convert c: /fs:ntfs /v

3. Tekan Enter

4. Selanjutnya anda akan ditanya volume label untuk drive tersebut, isikan dengan nama drive sesuai dengan drive letter yang telah anda ketikkan

5. Jika muncul pertanyaan apakan konversi akan dilakukan saat komputer di restart atau booting, ketik Y lalu tekan Enter

6. Setelah itu, restartlah komputer anda dan tunggu sampai proses konversi selesai.



~ Jumat, 17 April 2009 0 komentar

Membuka File Office 2007 pada Office Versi Terdahulu



OK, kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membuka File-File Microsof Office 2007 pada Office versi sebelumnya.
Seiring dengan makin meningkatnya pengguna aplikasi Microsoft Office versi terbaru (MS Office 2007), membuat para pengguna aplikasi Microsoft Office versi pendahulunya (Office 2000, Office XP atau Office 2003) sering dibuat bingung ketika menerima file Office dengan format terbaru tersebut karena mereka tidak bisa membukanya menggunakan aplikasi Office yang mereka gunakan.
Apa perbedaan File Office 2007 dengan office versi yang lain?
Perbedaanya ada pada ekstensi document masing2 software.. Contohnya :
MS Word 2000 = .doc
MS Word 2003 = .doc
MS Word 2007 = .docx

Jelas kan Bedanya..?
OK, langsung ke TKP..

Nah, hal ini bisa diatasi dengan menginstall Compatibility Pack untuk format file Word, Excel dan PowerPoint 2007 sebagai pelengkap untuk aplikasi Microsot Office 2000, Office XP atau Office 2003. Jika anda telah menginstall Compatibility Pack ini, maka anda bisa membuka, mengedit dan menyimpan file Word, Excel dan PowerPoint menggunakan format file baru yang digunakan oleh Office 2007 (.docx, .xlsx, .pptx) melalui aplikasi Office 2000, Office XP serta Office 2003.

Berikut langkah-langkah dalam menginstall Compatitibility Pack Untuk format file Word, Excel dan PowerPoint 2007:

1. Download file "FileFormatConverters.zip" melalui link di bawah ini:
http://www.litbang.depkes.go.id/download/Utility/office/FileFormatConverters.zip
2. Extract file zip yang telah didownload tadi, kemudian anda akan mendapatkan file bernama "FileFormatConverters.exe".
3. Tutup semua aplikasi Office yang terbuka termasuk aplikasi Internet Explorer.
4. Jalankan (klik ganda) file "FileFormatConverters.exe" tadi, kemudian ikuti petunjuk yang muncul pada layar komputer anda.

Sekarang anda bisa mencoba untuk membuka file-file yang menggunakan format Office 2007 dengan melakukan klik ganda pada file-file tersebut (bukan melalui perintah Open).

Selamat bekerja...



~ 0 komentar

Pengen Tau Harga Blog Kamu?

Ha ha ha... Pingin tau kalian semua, berapa sih harga blog kita kalo mo dijual hihihi, mungkin harganya jutaan ato lebih ya??? Kalo anda memang ingin tahu berapa harga blog buatan kamu, Try this "klik ajah disini" inget sbelum kalian klik baca bentar nih : masukin ajah alamat blog kamu di kotak yang dah disediain trus pencet dah "submit"

Hwa... Hwa...Hwa... teganya dunia ini ternyata blog buatan Q masih murah harganya Hwa...


My blog is worth $1000,000,000.
How much is your blog worth?





~ Minggu, 08 Februari 2009 2 komentar